Apa itu cron? Cron adalah aplikasi daemon (berjalan dibalik layar) yang digunakan untuk menjalankan tugas yang dijadwalkan pada suatu waktu di sistem operasi linux. Setiap user di sistem yang memiliki file crontab, mengijinkan file tersebut untuk melakukan suatu aksi yang telah dispesifikasikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain itu, terdapat juga crontab sistem, yang melakukan tugasnya seperti merotasi log dan mengupdate database secara reguler.

Cara yang digunakan untuk menjadwalkan tugas secara tradisional adalah menggunakan terminal, tetapi sekarang lebih mudah karena dapat menggunakan Gnome Scheduled tasks tool di System –> Preferences.

What is Crontab?

Crontab adalah text sederhana yang memegang list perintah yang akan dijalankan pada waktu yang ditentukan. Perintah ini di kontrol oleh cron daemon dan dieksekusi di balik layar oleh sistem. Informasi lengkapnya dapat ditemukan di manual page crontab.

Menggunakan Cron:

Untuk menggunakan cron, cukup menambahkan entri perintah kedalam file crontabmu. Dibawah adalah salah satu contoh cara menggunakan crontab.

Contoh Crontab:

Ini Adalah contoh isi file crontab:

minute (0-59), hour (0-23, 0 = midnight), day (1-31), month (1-12), weekday (0-6, 0 = Sunday), command

01 04 1 1 1 /usr/bin/somedirectory/somecommand

Contoh tersebut akan menjalankan /usr/bin/somedirectory/somecommand pada pukul  4:01am tanggal 1 January  ditambah setiap hari senin di bulan Januari. Tanda asterisk (*) dapat digunakan jadi setiap instance (every hour, every weekday, every month, etc.) dari periode waktu dapat digunakan. Code:

01 04 * * * /usr/bin/somedirectory/somecommand

Contoh di atas akan menjalankan /usr/bin/somedirectory/somecommand pada jam 4:01am setiap hari, setiap bulan.

01,31 04,05 1-15 1,6 * /usr/bin/somedirectory/somecommand

Perintah di atas akan mejalankan perintah /usr/bin/somedirectory/somecommand pada pukul 4:01am, 4:31am dan 5:01am, 5:31am pada tanggal 1 sampai 15 setiap bulan Januar1 danJuni.

Jika kamu ingin menjalankan suatu perintah (/usr/bin/somedirectory/somecommand) setiap 10 menit sekali, bisa kamu tuliskan seperti dibawah ini.

*/10 * * * * /usr/bin/somedirctory/somecommand

atau seperti dibawah ini.

0,10,20,30,40,50 * * * * /usr/bin/somedirctory/somecommand

Enable User Level Cron

Agar perintah cronjob user dapat dieksekusi sistem, maka mereka harus ditambahkan ke dalam file cron.allow (/etc/cron.allow). Jika file cron.allow tidak ada, mereka juga harus tidak terdaftar di dalam file cron.deny (/etc/cron.deny). Jika kedua file tersebut tidak ada, berarti hanya cronjobs milik root yang bisa atau boleh dieksekusi sistem.

Note: Informasi ini dikutip dari dan dapat dilihat selengkapnya disini